Tiga Seni Helaran Yang Baru Lahir, Tampil Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke 382

- 11 Juni 2024, 13:47 WIB
Kesenian Cosplay Garuda dari Desa Selasari Kecamatan Kawali tampil saat acara helaran HUT Ciamis ke 382 tahun 2024 di depan Pendopo Ciamis
Kesenian Cosplay Garuda dari Desa Selasari Kecamatan Kawali tampil saat acara helaran HUT Ciamis ke 382 tahun 2024 di depan Pendopo Ciamis /

KABAR CIAMIS, - Sebanyak 21 seni helaran yang ada di Tatar Galuh Ciamis dan tiga seni helaran dari luar daerah mengikuti Galuh Ethnis Carnaival dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke 382 tahun 2024.

Mereka sudah hadir di halaman kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Ciamis sejak pukul 5.30 Wib, Senin ( 11/6/2024),  untuk menempuh rute mulai start dari depan kantor Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga lalu lewat Pasar Manis Ciamis dan finish di Pendopo Bupati Ciamis.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis, Dadang Darmawan melalui Pamong Budaya Ahli  Muda, Eman menyampaikan pelaksanaan Galuh Ethnic Carnival ini merupakan agenda rutin tahunan yang memang sudah direncanakan pada setiap tahunya, tujuannya tiada lain untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Ciamis.

" Alhamdulilah, dalam kegiatan helaran senin tahun ini dari 21 yang tampil  ada tiga kesenian helaran yang baru lahir, yakni, seni helaran Congcorang dari Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg, Cosplay Garuda dari Desa Selassri Kawali dan seni Kuda Bele dari  Desa Citeureup Kecamatan Kawali, " ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, dalam pelaksanaanya juga memberikan apresiasi terhadap seni helaran  yang ada di Kabupaten Ciamis. Jadi tidak semua kelompok seni bisa hadir, akan tetapi yang spesifik di seni Helaran.

"Selain tujuannya untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Ciamis, GEC ini juga untuk memberikan apresiasi kepada seni helaran yang ada di Kabupaten Ciamis serta memberikan kesempatan tampil di hari jadi," katanya. Selasa ( 11/6/ 2024).

Eman  menyebut, dalam kegiatan Galuh Ethnic Carnival itu  pada setiap tahunya terus bertambah, mereka bermunculan dari tiap daerah karena termotivasi dengan seni helaran lain yang sudah lebih dulu muncul serta sudah ada yang dinobatkan sebagai seni budaya warisan tak benda oleh Dikbudpora Pusat.

" Untuk seni helaran Wayang Landung dari Panjalu dan helaran Bebegig dari Sukamantri mereka sudah tampil di beberapa negar lain mewakili kesenian helaran dari Indonesia, ini menjadi motivasi bagi pelaku seni daerah yang ada di Ciamis," ucapnya.

Eman  berharap dengan adanya Galuh Ethnic Carnival ini kedepannya untuk kelompok seni mudah-mudahan menjadi kebanggan, suatu apresiasi yang memang sudah berkarya di seni jadi dihargai dengan penampilan di event-event tertentu.

"Lalu dari konteks pelestariannya ini mudah-mudahan tetap terjaga dan terlindungi. Kalau sudah terjaga dan terlindungi bisa kita wariskan kepada anak dan cucu kita," harapnya.

Halaman:

Editor: Endang SB


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah